Social Icons

Jumat, 04 Juli 2014

Membersihkan Dosa dengan Deterjen

Sore hari dibalut dengan cahaya kuning. Kata orang desaku senja kala. Dimana langit berwarna jingga. Masih terasa dingin karena hujan menyisakkan rintik. Aku turun dari bis. Air mata yang dari tadi kutahan sejak mendengar kematian kakak sontak keluar ketika aku melihat bendera hijau yang melambai-lambai di depan rumah. Bendera yang sudah menjadi piala bergilir bagi orang-orang yang habis masa aktifnya di dunia ini. Bendera kematian.

Aku berlari menuju rumah dengan iringan gerimis yang sedari tadi menepuk-nepuk lembut tubuhku. Tapi sayang aku tak hirau. Suasana haru mulai kurasakan dengan wangi yang aku benci. Wangi dupa yang bagiku mengerikan. Dupa sering digunakan orang-orang di kampungku bila ada acara kematian, haulan atau selamatan dan hal-hal yang berbau mistik lainnya.
Ternyata ini bukan mimpi. Mayat di depanku adalah kakakku. Kepulanganku dari Perantauan ternyata disambut dengan kejutan yang mengerikan. Tiba-tiba kakiku rasanya berpijak di hamparan es, tubuhku dingin tak berdaya. Lututku gemetar seirama dengan isak tangisku. Mengapa semua ini bisa terjadi. Kalimat itu selalu berdendang riuh di pikiranku. Aku hilang kendali. “Ahhh kakak kenapa kau bodoh sekali! Mengapa kau seperti ini?” Teriakku kencang namun masih terengah.

Orang-orang yang melayat langsung memandangku bingung, ibu langsung berdiri mendekapku yang sedari tadi membacakan surah yasin di samping kakakku. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku memandang ke arah bapakku. “Apa saja yang kau lakukan pak, apa saja? Mengapa kau hanya mengurus mesjid. Apakah kau hanya ingin mendapat pandangan baik dari orang-orang kampung, serta merta melupakan anakmu! Seandainya kau sering memperhatikan dan mengajaknya bicara kakak tidak akan mati! Kau boleh beribadah, mengikuti kegiatan-kegiatan agama tapi kau juga harus ingat kau punya anak yang butuh perhatian darimu. Jangan hanya karena ia sudah tidak waras kau sering mengacuhannya. Cukup aku yang tak kau pedulikan.” Lagi-lagi aku tak bisa mengendalikan diriku. Emosiku meluap-luap dengan tangisan yang tak bisa kutahan.

Ibu menangis dan mencoba menenangkanku. Bapak hanya terdiam menahan malu, karena sudah banyak sekali orang berdatangan untuk berta’ziah. Atau sekedar melihat-lihat kakakku yang mati mengenaskan. Aku lihat di wajah bapak juga terdapat gurat-gurat penyesalan yang teramat dalam. Ibu mengajakku duduk. Tepat di samping mayat kakak. Ia kembali membaca surah yasin. Aku tak bisa membacakan surah yasin untuk kakakku. Karena sekarang aku sudah tidak begitu lancar membaca tulisan arab terang saja memori otakku sudah tidak bisa mengingat apa yang diajarkan bapak dulu. Daya serap otakku berkurang karena efek dari obat-obatan yang dulu pernah aku konsumsi.

Aku menarik nafas lalu membuangnya. Bermaksud untuk menenangkan emosiku. Aku melihat tetesan kesedihan pada butir-butir air mata ibu. Aku melihat kepedihannya ia balut dengan sisa-sisa kesabarannya. Aku teringat ketika kakakku tiba-tiba menghilang dari rumah, ia langsung mencarinya tak peduli malam sudah larut, sedangkan bapak dengan nyenyaknya tidur di rumah. Aku memandang mayat kakakku dalam. Kaku hanya diam. Wajah yang dulunya cerah kini tampak pucat pasi. Ia terlihat tak begitu senang menyambut kedatanganku. Tersenyum pun tidak. Haha, mungkin aku sudah gila. Jelas saja orang yang sudah mati takkan bisa tersenyum apalagi bicara. “Kakak”, rintihku. “Aku sekarang sudah punya banyak uang, aku tidak akan meminta uang pada bapak dan ibu lagi. Aku juga banyak sekali membelikan pakaian baru untukmu, agar kau tidak memakai baju dan sarung yang itu-itu saja. Apapun yang kau minta akan aku kasih, apapun. Ku mohon bicaralah. Aku berjanji akan selalu menemanimu, akan mengajakmu bicara agar kau tak merasa sendirian dan melamun karena tidak punya teman. Kaulah yang selalu membelaku ketika ayah memarahiku meski terkadang aku acuh padamu.” Tetap saja kakakku diam membisu.

Sepertinya aku benar-benar sudah gila. Sampai detik ini rasanya aku masih tidak percaya kakak sudah meninggal. Airmataku pun mengalir tanpa henti. Ku dengar isak tangis ibu pun meninggi. Aku menutup kembali wajah kakakku yang dari tadi kubuka. Aku terus memandang mayat yang tertutup sehelai kain batik yang penuh mistik. Kain bercorak burung dengan garis-garis melengkung berwarna coklat yang tak kumengerti maknanya. Inilah Kakakku yang penurut dan sangat alim. Inilah kakakku yang ingin selalu memperdalam ilmu ketauhidan. Inilah kakakku yang dulu selalu dibanggakan dan sangat disayangi bapak. Ia yang selalu menjadi bandingan pada diriku. Bandingan antara anak laki-laki penurut dan anak laki-laki yang suka membangkang. Takdir memang kejam. Tapi mungkin inilah yang terbaik. Tuhan tidak ingin menyakiti hambanya terlalu lama. Kakakku meninggal dalam keadaan tidak waras. Ia kehilangan jiwanya sebagai manusia normal. Entah ilmu apa yang sedang dipelajarinya. Ilmu yang ia maksudkan untuk lebih mendekatkannya pada sang khalik ternyata membawa petaka bagi dirinya. Ia memperdalam ilmu yang tak pernah aku mengerti. Ia mempelajarinya sendiri tanpa bimbingan guru. Ia seperti seorang pertapa. Siang dan malam hanya membaca kitab yang entah dari mana ia dapatkan. Tidak ada yang tahu apa alasannya sehingga ia begitu ingin mempelajari ilmu tersebut. Orang- orang sering menyebutnya ilmu tasawuf. Bukankah ilmu tasawuf adalah ilmu yang ingin mengenal siapa Tuhannya lebih dalam. Mungkin ia begitu cinta dengan Tuhan. Mungkin ia ingin mengenal lebih dalam. Tapi, malang yang didapat. Ia menjadi tidak waras. Kata orang pintar di kampungku mungkin saja daya tangkap otaknya tidak mampu menerima ilmu yang terlalu tinggi. Ia juga mempelajarinya tanpa guru. Dan ia juga terbilang masih muda. Tapi, jika dikaitkan dengan ilmu medis, kakakku mengalami gangguan jiwa. Entahlah aku juga tidak begitu mengerti.

Sebelum aku pergi merantau ke luar kalimantan. Aku melihat kelakuan-kelakuan aneh dari kakakku. Ia sering bercerita bisa melihat orang yang sudah mati. Walau aku tidak mempercayainya tapi bulu kudukku langsung berdiri ketika mendengarnya. Ia juga sering berbicara sendiri dan tertawa sendiri. Mungkin dia sedang berinteraksi dengan orang-orang gaib. Tapi, sekali lagi entahlah. Aku tidak mengerti. Ada juga yang mengatakan jika kakakku melakukan hal-hal aneh itu berarti ia dimasuki jin. Sulit dipercaya memang. Ia juga sering menghilang dan berada di tempat- tempat sunyi seperti di halaman belakang dan kadang pergi ke hutan. Setelah dicari dan ditemukan ia sedang duduk di bawah pohon sendirian. Jika aku dalam keadaan baik atau moodku sedang bagus. Aku sering mengajaknya bicara. Ketika ku ajak bicara. Responnya sangat lambat ia lebih banyak diam. Tetapi jika terus kupancing untuk bicara ia akan bicara seperti orang normal.
Kondisi kakak memuncak ketika ia sering menyakiti dirinya sendiri dengan menyayat tangan menggunakan silet atau pisau. Sempat kakakku dibawa ke rumah sakit jiwa. Dengan harapan ia bisa sembuh. Tapi hasilnya nihil. Kakak tak kunjung sembuh. Malah semakin parah. Orangtuaku kehabisan akal untuk menyembuhkan kakakku. Sehingga dibiarkan begitu saja. Bapak mulai tidak peduli dengan kakakku. Mungkin ia sudah merasa lelah mengurus kakakku. Ia sering memarahi kakakku ketika kakakku melakukan hal-hal aneh. Bagaimana orang seperti itu dimarahi. Orang seperti itu seharusnya lebih banyak didekati. Aku marah pada bapak yang tega mengurungnya di rumah dan membiarkan kondisi kakakku bertambah parah. Seharusnya ia lebih sering mengajaknya bicara agar pikirannya tidak kosong. Semua keluarga bingung dengan penyakit yang di alami kakakku. Jika dikatakan gila kenapa ia masih mengerjakan kewajibannya sebagai umat muslim seperti shalat dan ibadah lainnya. Jika dikatakan masih waras kenapa ia sering menyakiti dirinya sendiri. Jika bicara mistik atau gaib hanya Allahlah yang maha tahu atas apa yang terjadi pada hambanya. Inilah rahasiaNya.

Apapun yang terjadi. Aku juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Bukankah ini di luar kuasa manusia. Inilah goresan takdir dari-Nya. Mayat di hadapanku sekarang adalah kakakku. Mayat yang hanya malam ini saja bisa bermalam di rumah. Karena besok ia akan menempati rumah abadinya. Aku pasti sangat merindukannya. Kini ia sudah tiada. Mati dengan mengenaskan. Dan penyebab kematiannya adalah menelan deterjen. Entah makhluk apa yang sedang membisikinya atau mungkin telah merasukinya. Yang sering kulihat dulu ia sering melakukan itu tapi hanya berkumur-kumur dengan busa deterjen. Ia mengaduk-ngaduk deterjen pada ember dan berkumur-kumur dengan busa tersebut.

 Ketika aku tanya “Kenapa kau berkumur-kumur dengan busa deterjen”. Ia menjawab “Aku ingin membersihkan mulutku atas dosa dari perkataan-perkataanku”. Aku sontak terkejut hingga keluar perkataanku yang sangat kusesali. “Heh, Kenapa tidak sekalian deterjen kau masukkan ke mulut, pasti langsung bersih semua dosa-dosamu.” Aku tertawa sinis. Dan benar. Kata-kataku benar-benar ia lakukan. Busa memenuhi mulutnya. Sempat diduga karena keracunan makanan. Orang yang alim seperti kakak saja masih ingat untuk membersihkan diri dari dosa. Lalu bagaimana dengan diriku yang berlumur dosa. Apakah aku harus menyeburkan diri pada lautan deterjen?
Cerpen Karangan: Siti Mahillah
Facebook: Siti Mahillah

Selasa, 01 Juli 2014

Sejarah AL-QUR'AN

Apakah itu al-Quran.
·                     "Quran" menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. Subhi Al Salih bererti "bacaan", asal kata qara’a. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca).
·                     Di dalam Al Qur’an sendiri ada pemakaian kata "Qur’an" dalam arti demikian sebagal tersebut dalam ayat 17, 18 surah (75) Al Qiyaamah:
Artinya:
·                     ‘Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggunggan kami. kerana itu jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikut bacaannya".
Kemudian dipakai kata "Qur’an" itu untuk Al Quran yang dikenal sekarang ini.
Adapun definisi Al Qur’an ialah: "Kalam Allah s.w.t. yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah"
Dengan definisi ini, kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad s.a.w. tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. atau Injil yang diturun kepada Nabi Isa a.s. Dengan demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadis Qudsi, tidak pula dinamakan Al Qur’an.

Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan.
·                     Nabi Muhammad s.a.w. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan. di antaranya:
1, Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi s.a.w. tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku", (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51).
2. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.
3. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa".
·                     4. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. 2, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14.
Artinya:
·                     Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Ketika ia berada di Sidratulmuntaha.

Hikmah diturunkan al-Quran secara beransur-ansur
Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah:
1. Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan. Orang tidak akan melaksanakan suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r.a.
2. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an diturunkan sekaligus. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh).
3. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
4. Memudahkan penghafalan. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an ayat (25) Al Furqaan ayat 32, yaitu:
·                     mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus
·                     Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri:
·                     demikianlah, dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu
5. Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan, sebagai dikatakan oleh lbnu ‘Abbas r.a. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus.

Ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah
·                     Ditinjau dari segi masa turunnya, maka Al Qur’an itu dibahagi atas dua golongan:
  1. Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makkiyyah.
2. Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.
Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 86 surah, sedang ayat-ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 28 surah.
Perbezaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah:
1. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang-panjang; surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1,456, sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4,780 ayat.
Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah, ayat-ayatnya berjumlah 137; sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr, ayat-ayatnya berjumlah 431. Surat Al Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75, sedang yang kedua Makiyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227.
2. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’, sedang dalam ayat ayat Makiyyah adalah sebaliknya.
3. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti; sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum, baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi, seperti hukum kemasyarakatan, hukum ketata negaraan, hukum perang, hukum internasional, hukum antara agama dan lain-lain.

Nama-nama al-Quran
  Allah memberi nama Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan".
·                     Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah; ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas.
  Nama ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat (17) Al lsraa’ ayat 88; surat (2) Al Baqarah ayat 85; surat (15) Al Hijr ayat 87; surat (20) Thaaha ayat 2; surat (27) An Naml ayat 6; surat (46) Ahqaaf ayat 29; surat (56) Al Waaqi’ah ayat 77; surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23.
Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w.
·                     Selain Al Qur’an, Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya, sepcrti:
  1. Al Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al Qur’an, sebagaimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya; "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…." Lihat pula surat (6) Al An’aam ayat 114.
·                     2. Al Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda", ialah "yang membedakan yang benar dan yang batil", sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan, kepada hamba-Nya, agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam"
  3. Adz-Dzikir. Artinya: "Peringatan". sebagaimana yang tersebut dalam surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16) An Nahl ayat 44. Dari nama yang tiga tersebut di atas, yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". Selain dari nama-nama yang tiga itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. lmam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan, menyebutkan nama-nama Al Qur’an, diantaranya: Al Mubiin, Al Kariim, Al Kalam, An Nuur.

Surah-surah dalam al-Quran
  Jumlah surat yang terdapat dalam Al Qur’an ada 114; nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat, susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi).
Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama, sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat.
·                     Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian, yaitu:
  1. ASSAB’UTHTHIWAAL, dimaksudkan, tujuh surat yang panjang Yaitu: Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa’, Al A’raaf, Al An’aam, Al Maa-idah dan Yunus.
2. Al MIUUN, dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud, Yusuf, Mu’min dsb.
3. Al MATSAANI, dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti: Al Anfaal. Al Hijr dsb.
4. AL MUFASHSHAL, dimaksudkan surat-surat pendek. seperti: Adhdhuha, Al Ikhlas, AL Falaq, An Nas. dsb.
g. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat.
·                     Di dalam Al Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat:
  (1) Al Baqarah, (2) Ali Imran, (3) Al A’raaf. (4) Yunus, (5) Yusuf, (7) Ar Ra’ad, (8) lbrahim, (9) Al Hijr, (10) Maryam. (11) Thaaha. (12) Asy Syu’araa, (13) An Naml, (14) Al Qashash, (15) A1’Ankabuut, (16) Ar Ruum. (17) Lukman, (18) As Sajdah (19) Yasin, (20) Shaad, (21) Al Mu’min, (22) Fushshilat, (23) Asy Syuuraa. (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan, (26) Al Jaatsiyah, (27) Al Ahqaaf. (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun).
Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas, dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan surat-surat.
Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu, selanjutnya lihat not 10, halaman 8 (Terjemah)

Selasa, 15 April 2014

CERPEN " HAL TERINDAH "



HAL TERINDAH

"Jadikanlah setangkai bunga mawar sebagai temanmu, dan jadikanlah sahabat sebagai dunia mu"

W
aktu smp saya ingin sekali masuk ke SMA NEGERI 3 Purwakarta dan alhamdulillah akhirnya aku masuk ke SMA yang selama ini aku ingin kan, waktu aku kelas X aku masuk ke kelas X.6 di sana aku menjalankan Masa Orientasi Siswa (MOS) aku duduk di bangku paling depan bersama usep kustian di sana aku masih malu-malu dan teman yang pertama aku kenal yaitu ilham. Waktu itu kakak kelas (osis) yang mengawasiku bilang siapa yang ingin mencalonkan menjadi Ketua Murid (KM) Awalnya aku malu-malu dan akhirnya akupun mulai memberanikan diri Visi dan Misi yang harus aku sampaikan, Disanah sempet ada kejadian lucu temanku Luthpan dia membacakan Visi Dan Misinya tentang Perdamaian otomatis teman-teman pada tertwa terbahak bahak dan saya pun ikut tertawa hahaha. Pada akhirnya aku dapat saingan ketat dari teman aku yang bernama Fakhir dia menang dan sekaligus dia menjadi KM kelas X.6 dan akupun menjadi Wakilnya Beda 2 Poin membuatku harus menerima kekalahan mungkin ini bukan saatnya.

 Tiba saatnya Berkemah ini hari yang dimana aku tunggu-tunggu pada awalnya aku malu-malu karna aku belum kenal pasti sama teman-teman sekelas ku dan alhamdulillah dengan seiringnya waktu akupun mulai mengenal dan bermain bersama, sempet pada saat kemah ada kejadian lucu teman ku yang bernama rudy dia sanggat kocak orangnya dia bisa membuat suasana yang asalnya boring menjadi ramai dan lucu dya sering membuat tingkah laku yang orang tidak tahan untuk ketawa haha dasar temanku yang satu ini sangat gokil, namun dia selain gokil jail juga orangnya sampai-sampai teman ku yang bernama ilham di jailin habis-habisan oleh si rudi itu haha adeuh adeuh kasian. Tiba saatnya makan, laki-laki dan juga perempuan bersatu untuk berdiskusi tentang makanan yang mau di pasak pada hari ini dan tiba-tiba teman ku ada yang cinlok pada saat itu haha adeuh adeuh teman baru yang sangat gokil dan juga aku sangat bersyukur banget ada di kelas tersebut.

 Berkemah selesai tiba saatnya menjalankan hari-hari sebagai pelajar belajar dan belajar. Dan kelucuan tersebut tidak henti pada saat berkemah saja sampai-sampai hari hariku di penuhi canda tawa teman-temanku ini haha J, tiba saat saya kedepan untuk mengisi soal matematika sempet salah satu temanku tidak pro dengan ku dia berkata dengan lantang “ salah bu itu jawabannya, kalian ga tau jawabanya, jawaban yang betul adalah 5 “kata temanku yang tidak pro. di situ tiba tiba teman-temanku menertwakan adeuh adeuh “ udah tau jawaban yang si ridwan bener “kamu ini so tau dan so pinter haha” ujar temanku, temanku tidak henti hentinya menertawakan.

teman-temanku sangat mempercayakanku dan sampai-sampai Fakhri menyerahkan jabatannya kepadaku, hari demi hari aku jalani canda tawa aku jalani bersama teman-temanku di kelas X.6 ini kejadian lucu yang tidak pernah aku lupakan sampai saat ini ketika temanku di jailin pada saat berkemah, temanku tdk pro sama saya sampai-sampai dia di tertawakan, temanku nembak cewe di hadapan teman-teman dengan lantang dan percaya diri seperti drama korea dia meberikan bunga kepada cewenya dan ternyata cewenya menolak, dan yang paling seru di kelas itu betah karna teman-temannya asyik setiap hari bercanda, Belajar, dan yang paling seru setiap hari teman-temanku membawa permainan tradisional seperti songklak, bekel, bahkan sampai ke kartu-kartu tapi kami tidak seperti judi cuman hiburan tujuannya dan itu pun membuat teman-teman semakin kompak dan bersahabat dan alhamdulillah di kelas X.6 ini tdk ada yang namanya geng-gengan yang menurut aku seperti bocah yang tdk pernah sekolah dan akupun sangat bersyukur mendapatkan teman yang selalu solid ini .banyak kisah yang lucu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Kalau boleh milih aku ingin selamanya ada di kelas ini yang pasti teman-temannya sama seperti kelas X ku dulu J  I MISS YOU TENSIX KLOPEDIA ( SEPULUH ENAM KELOMPOK EDAN DAN CERIA ) :D 

 

Jumat, 21 Maret 2014

CERPEN, "ARTI SAHABAT"



                                            ARTI SAHABAT
“Kita tidak akan pernah mengetahui jawaban yang sebenarnya, sebelum kita mencoba”

Ada seorang anak yang bernama Gorbie dia teman sepermainan dengan aku, seharian aku dan dia selalu bersama dan menghabiskan waktu seharian bersama dari mulai belajar bareng, baca novel, memasak, dan bermain riang dan gembira bersama-sama. Namun pada saat itu keluarga gorbie mendapatkan cobaan yang amat besar keluarganya jatuh miskin karna perusahaan ayahnya bangkrut dan ayahnya pun jatuh sakit karena tidak bisa menerima cobaan yang amat besar itu, kini gorbie tidak seperti gorbie yang dulu tersenyum ria, bergembira ria kini gorbie terlihat murung, mukanya pun setiap hari tidak bersemangat lagi .
 tiba saat nya bersekolah aku datang ke sekolah duduk manis di bangku aku, aku sama gorbie duduknya satu bangku namun suara bel masuk pun terdengar bertanda sudah pukul 07.00 waktunya memulai pelajaran, namun gorbie pun tidak kunjung hadir aku pun segera mencari informasi sesusai sekolah berakhir.  Lalu aku bertanya-tanya kepada teman-teman, tetangga gorbie namun mereka tidak ada yang tau dimana keluarga gorbie saat ini akupun bersedih sambil menatap halaman rumah gorbie yang dulu kita sering menghabiskan waktu bersama-sama di halaman rumahnya. “Ouhh tuhan beri saya petunjukmu tuhan saya kangen dengan sahabatku, saya kangen banget tuhan pengen ketemu dengan dia beri hambamu petunjukmu tuhannn “ aku pun berdoa di dalam hati sambil menangis, lalu tiba-tiba ada seseorang yang memberi tahukan aku dimana sekarang gorbie dan keluarganya berada.
 Lalu akupun segera bergegas menghampiri gorbie dan kelurganya ternyata gorbie mengontrak di rumah yang sangat kecil di daera tidak jauh dari sekolahnya, aku melihat gorbie sedang membersihkan rumahnya lalu aku pun mengucapkan salam kepadanya . gorbiepun terasa gembira saat aku datang kerumahnya pelukan yang pertama aku berikan kangen, gembira, dan sedih yang ada saat aku dan gorbie bertemu. Gorbiepun menceritakan semuanya kepada aku kenapa dia bisa pindah rumah?, tidak bersekolah ? akupun terasa tersentuh ketika gorbie menceritakan semua itu astagfirullah . akupun memberika nasehat dan motivasi kepada sahabatku “tetap tersenyum kawan jngnlah kau bersedih dengan keadaan ini percayalah di balik peristiwa ini pasti ada hikmah nya buat gorbie dan keluarganya. Allah tidak akan memberika cobaan yang berat kepada umatnya semua cobaan ada jalan keluarnya tetap tersenyum iya kawan”  namun wajah sedih terus nampak di wajahnya lalu akupun cari solusi bagaimana caranya memperbaiki lagi ekonomi keluarganya.
Lalu kami pun mulai berwira usaha  apapun kami lakukan demi memperbaiki semua keadaan, lalu akupun menyisihkan uang tabungaku untuk modal awal berwira usaha namun gorbie pun nampak masih tidak yakin dengan kita berwira usaha akan lancar dan sukses  . lalu akupun memotivasi dia lagi “Kita tidak akan pernah mengetahui jawaban yang sebenarnya, sebelum kita mencoba” lalu gorbie pun mengerti dengan motivasi nya lalu gorbie pun tersenyum dan bersemangat membantu dan membikin konsep bisnis kita di bidang makanan ini , aku dan gorbie pun mencari ide dengan bisnis yang kami tidak tau akan sukses atau tidaknya tapi kami tetap optimis lalu kami terbayang dulu kami sering menghabiskan waktu makan mie pedas dan itupun enak banyak orang yang datang ke tempat itu lalu kami pun termotivasi untuk mencobanya dan percobaan kita yang paling awal yaitu membuat mie pedas kami beri nama kedai kami iya itu kedas (kedai pedas) di sanah tersaji makanan beraneka pacam seperti  mie pedas, nasi goreng pedas, dll. Kini kami pun siap menatap langit biru dengan senyuman dan semangat yang kami miliki, usaha kita pun segera di mulai dan menemui titik terangnya banyak sekali orang-orang yang mulai berdatangan ke rumah/kedai kami walau usaha kami di rumah tetapi tidak menyulitkan usaha kami untuk berjuang  walau banyak sekali cobaan dan rintangan tetapi kami tetap tegar menerima cobaan itu. dan alhamdulillah 2 bulan sudah kita menjalankan usaha ini banyak orang yang tersenyum dan bergembira menyantap hidangan kami detik demi detik kita lewati dan akhirnya kami tidak sia-sia dengan usaha ini sambil berjalannya waktu usaha kami akhirnya sukses dan lancar. Gorbie pun nampak terharu dengan semua ini tidak menyangka akan selancar ini walau banyak ejekan, kritikan dari para pembeli namun kita terus semangat berjuang dan hasilnya pun sangat mengobati hati kita. subhanallah terima kasih ya allah atas semua yang kau berika terhadap kami kini sahabatku kembali tersenyum dan dia pun kini sudah bisa bersekolah kembali bersama aku makasih banyak kau lah tempat aku berserah diri , kau lah tempat aku berlindung dan kau lah tempat dimana aku mengeluh dan berdoa .

penulis, Muhammad Ridwan Lugastyandi


Senin, 17 Maret 2014

cerpen



                                   
         “cobaan bukan akhir dari segalannya”
                    (“percayalah allah tidak akan memberika cobaan masalah yang sangat berat kepada umatnya apalagi di luar batas kemampuan umatnya, dan setiap ada cobaan dan masallah pasti allah memberikan jalan keluarnya asal kita mau dan berusaha mencari jalan agar masalah itu bisa terselesaikan”)

Perkenalkan nama ku ridwan aku seorang anak laki-laki berusia 17 tahun kini aku duduk di bangku kelas XI di salah satu SMA yang ada di purwakarta , waktu aku kelas SD aku sering di ejek sama teman SD ku dengan sebutan yang tidak enak di hatiku tapi aku hanya terdiam menerima semua itu, dulu aku emang badanya kurus dan letoy makannya aku sering di ejek sama teman ku tetapi biarlah orang mau berkata apa yang penting aku adalah aku buat siapa-siapa. Waktu sd (sekolah dasar) ada seorang wanita cantik yang selalu memperhatikanku dia kakak kelasku namanya anissa lama-lama iya terus mendekatiku sampai-sampai yang di pengajian dia mengungkapkan perasaannya terhadapku “kamu mau ga jadi TTM aku” kata annisa sambil memandangku, di situ aku bingung mau jawab apa sedangkan dulu aku tidak mengeeti apa itu TTM dan PACARAN tapi aku juga ada sedikit rasa suka sama ka anissa lalu aku jawab “ iya aku mau jadi TTM kaka” lalu kita jalani hubungan TTM ini selama berbulan-bulan .

dia selalu memperhatikan ku dari aku sakit dia tau, sampai-sampai dia selalu nengok ke kelas aku . waktu itu sempet aku jatuh sama dia karna temen-temen aku mendorongku dan akhirnya aku terjatuh dengan dia tetapi itu peristiwa yang sangat romantis walau aku tidak tau dulu apa itu romantis tapi itu suatu hal yang sulit untuk di lupakan oleh aku sampai saat ini. seketika itu dia sudah jarang memperhatikan ku sempet ada kabar ka annisa sudah punya pacar yang bernama ka hardianto terus ada kabar lagi dengan ka zezen tetapi emang dulu aku begitu polos sampai-sampai aku tidak menghiraukan semua itu aku cuek saja mau di perhatiin atau tidak aku biasa saja waktu itu. lalu setahun kemudian dia mendekati ku lagi namun seolah-olah aku biasa saja kepada dia seperti ade dan kakak saja, lama-lama aku mulai mengenal apa yang namanya pacarannya seiring waktu aku pun mulai merespon dia sungguh indah ketika itu bru pertama mengenal sudah merasakan indahnya jatuh cinta kakak annisa itu emang sangat sayang kepada ku dan aku pun dengan seiring waktu pun sama mulai ada rasa dan saat itu pertama kali saya mengungkapkan rasa saya kepada dia “ kamu mau ga jadi pacar aku “ tanya aku lalu dia jwab “ hmmm iya aku mau jadi pacar kamu “ dan akhirnya seperti dulu kita ttm kita bersama-sama lewati wkt demi waktu bersama indahnya.

Setelah itu ada kabar duka dari keluarga ku ayahku meninggal dunia wktu itu aku duduk di bangku kelas 5 SD dan akupun sangat terpukul dengan berita ini seperti tidak percaya dengan semua itu “ya allah mengapa kau ambil ayahku dari keluargaku ya allah , aku masih kecil untuk menerima semua itu dan mengapa secepat ini ya allah” aku berdoa di dalam hati yang amat dalam. Seharian aku menangis dan menangis aku sayang banget sama ayahku dia orang yang baik bagiku dan keluargaku dia insfirasiku waktu dia msh hidup tetapi sekarang dia sudah tiada untuk selamanya .

 2 bulan saat ayahku tiada aku pun menjalankan oprasi daging jadi yang ada di kaki awalnya ibu dan ayah sudah merencanakan semua itu tetapi ayah srng sudah tiada dan terpaksa ibu yag mengurusin saya sendiri dari mulai biaya dan segalanya aku bersyukur masih punya ibu aku janji aku tidak akan sia-siakan orng tua ku ini . setelah oprasi selesai aku seneng sekali aku masih di beri hidup oleh allah swt, tetapi ini bukan akhir dari segalanya ada kabar dari dokter aku terkenal penyakit keturunan jantungku bolong dan seketika keluarga ku tidak percaya dengan semua itu . saat itu aku di kasih anjuran sama dokter ruby (RS ADVENT BANDUNG) untuk menjalankan oprasi tambal jantung di rumah sakit RSCM.

Waktu itu aku izin satu bulan lebih ke sekolah, aku diajak sama ibu ku ke jakarta untuk mempersiapkan oprasiku sebelum aku orasi aku menginap di rumah sodara yang ada di jakarta lalu aku di ajak kebeberapa tempat wisata yg ada di jakarta seperti monas, dan ketempat makan yang ada di jakarta, mungkin ibu sayang kepada ku makannya ibu mengajak saya berjalan-jalan keliling ibu kota mungkin supaya aku santai saat menjalankan oprasi. Pada hari tu hari dimana aku mulai menjalankan perawatan  di rumah sakit RSCM sebelum masuk ruangan aku di ambil darah sebanyak dua suntikan, lalu di infus dan yang terakhir saya memasuki ruang perawatan .
waktu hari rabu saya mulai di bawa ke ruang oprasi di sanah saya melihat peralatan oprasi yang sangat menyeramkan aku berdoa di dalam hati “ ya allah semoga oprasiku lancar aku serahkan kepada mu ya allah seandainya oprasi ini gagal aku ikhlas menerima semua itu dan seandainya oprasi ini lancar aku bersyukur banget ya allah “ doa dari ku ketika aku di oprasi , setelah itu aku tidak sadarkan diri selama 1 hari lebih aku terbangun pada hari jum’at malem aku melihat selang dan alat-alat medis yang menempel di semua tubuhku aku menangis karna ibu tidak ada di sampingku pada saat ibu , aku sangat bersukur kapada allah swt sudah memberika aku nafas kembali terima kasih ya allah .

PENULIS : Muhammad Ridwan Lugastyandi